Diproteksi: Curhat #XXXX

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

Maafkan Mama Nak…

Subuh tadi, pertama kalinya tifa jatuh dari kasur… Tidak terlalu tinggi hanya 30cm… Ya kami lebih suka memakai matras ketimbang tempat tidur… Awalnya tidak menangis, karena saya terkejut, panik, dan menangis bukan segera mengangkatnya malah langsung teriak-teriak membangunkan seisi rumah… Dia pun ikut menangis sesenggukan… Mungkin mengira aku marah… Dia pun diambil ibu dari gendonganku…

Panik dan rasa bersalah menyerangku… Kenapa aku malas pindah kebagian yang tidak dibatasi setelah mengedotinnya? Kenapa aku terlambat bangun ketika dia menarik narik sprei dan  mengesek2 plastik pinggir kasur? Kenapa aku tidur terlalu lelap semalam?

Alhamdulillah tak ada yang terluka ataupun memar… Mama percaya adek anak yg kuat dan hebat…

Lovely Girl…

Sedari dalam kandungan sepertinya putri kecil kami sudah memahami emaknya yang sangat labil. Tak ada masalah pelik yang harus kami hadapi, semuanya diberikan kemudahan. Bahkan saat akan lahirpun, rasa sakit yang saya hadapi tergolong cukup singkat. Cukup syok juga ternyata ketika sampai ke rumah sakit udah bukaan 8 hehehe, nih anak tau bener emaknya ga tahan sakit.

Begitu pula setelah lahir, pertumbuhannya tergolong baik. Kalo di growth chart KMS (yang dibagiin di puskesmas) sih pas banget di garis ijo tengah. Sempat beberapa kali dibawa ke Rumah Sakit tapi bukan karena penyakit yg serius sih, cuma emaknya aja yang lebay hehehe.

Sangat saya pahami, setiap anak pastilah yang terbaik bagi ibunya maka tak perlulah saling membandingkan. Begitu juga dengan Tifa, Dia adalah yang terbaik bagi saya. Jadi jangan pernah membandingkannya. Tifa minum asi campur Sufor, dan Tifa anaknya tidak rewel.

Kadang iseng-iseng menghitung keperluan Tifa, Susu 400gr sebulan 12 kotak dengan harga x, Pospak uk. M isi 38 sebulan 4 Pak harga Y, perlengkapan lain-lainnya… sebulan bisa dapet tas poccil satu hahaha… emang ngabisin duit sih, Tapi…. semua itu ga sebanding dengan bau keringet Tifa bangun tidur.. seriously… kadang mas suami bingung liat saya cium-cium sampe segitunya… assyeeeemnya itu lho ga nahan hahaha… kalo mau ddibayangin kayak ngefly abis nyabu hehehe… bahagiaaaa… obat segala penyakitlah pokoknya…

Itu Tifa Bagi saya… 😀

 

 

Tifa Anakku…

Tifa seperti mempunyai kemampuan khusus menjawab setiap kegalauan emaknya. Tak perlulah saya ucapkan apa yang menjadi keraguan itu. Tak perlu menunggu lama, Tifa akan berusaha menjawabnya.

Flashback ke tahun 2009-2010, dalam kelas bahasa inggis II.

Dosen saya menceritakan tentang lovely girl, seorang gadis yang dengan kehadirannya saja bisa membuat semua orang disekelilingnya bahagia. Itu cita-cita saya. menjadi seorang wanita, dimana dia berada orang-orang disekotarnya akan merasa bahagia. Tapi apa daya, lingkungan dan pengalaman hidup yang keras membuat saya jauh dari istilah lovely girl.

Tifa kembali menjawabnya, dia seorang lovely girl. Jika suatu saat Tifa membaca artikel ini, semoga dia bisa meresapi pesan yang saya sampaikan dibawah ini.

“Tifa sayang, kamu lahir dan tumbuh dengan cinta yang besar bukan hanya dari mama dan papa, ada yai dan nyai tifa di banten dan lemabang, ada chacha, ada uwak2 tifa, ada puyang, ada omama, dan banyak lagi. Tifa lahir dengan kecukupan nak, cukup kesehatan, cukup kebahagiaan, cukup kemudahan, dan cukup materi. Sejak tifa bisa tersenyum, senyum Tifa semakin hari semakin lebar sayang. Masih adakah alasan Tifa untuk tidak berbahagia nak???”

“Tahukah kamu sayang? bahagia itu sifatnya multiplyer, jika seorang berbahagia nilainya satu, dia mengajak satu orang lagi berbahagia nilainya juga satu, berapa total kebahagiaan yang ada? dua? ya  benar dua, tapi berapa yang bisa Tifa rasakan? nilainya menjadi empat nak. Membagi kebahagian itu tak mengurangi nak, tapi melipatgandakan rasa bahagia kita. Itu baru mengajak satu orang nak, bagaimana kalau lima? sepuluh? seratus? banyak bukan.”

“Bagaimana caranya membaginya? berlaku baiklah dan bantulah apa yang bisa kau bantu. Nak, tak semua orang bisa kita ajak bahagia, tak semua orang bisa kita senangkan. Perlu kau pahami bahwa untuk menghadapinya kau harus memiliki kejujuran dan keikhlasan. Siapkan hatimu seluas-luasnya untuk menyimpan kebahagiaan dan buanglah jauh-jauh penyakit-penyakit hati.Percayalah jika itu Tifa lakukan, akan banyak yang mau menjadi bagian hidup Tifa.”

“Dua puluh tahun dari saat mama menulis ini, kehidupan mungkin akan semakin sulit. Masih adakah udara dan air besih? masih bisakah menikmati makanan yang lezat? masih adakah pemimpin yang masih peduli? Adakah teman-teman yang akan membantu kita? Jawabannya ada satu nak… bersyukur, syukuri apa yang kau miliki, syukuri apa yang kau hadapi. Alloh telah memberi kita banyak hal yang bisa disyukuri. Mama percaya dirimu anak yang tangguh.”

Sun sayang buat anak mama tersayang…